Bella di sini. Karena tema blog ini adalah Pendidikan dan Sumpah Pemuda, maka aku mulai nyari artikel tentang Pendidikan di daerah terpencil sambil garuk-garuk. Kenapa garuk-garuk? Karena aku baru jadi korban gigitan nyamuk di rumah Rifqi. Sumpah, nyamuk di sana ganas-ganas.
Sambil nunggu queue time di hotfile.com (pelit amat sih, cuma boleh donlot 1 tiap setengah jam), aku mengunjungi Mbah Google dan mulai bertanya.
"Mbah, pendidikan di wilayah terpencil tuh gimana sih Mbah? Kayak di Bontang sini? Atau gimana?"
Si mbah ketawa. Aku merasa dikerengin. "Yah, si mbah malah ketawa. Jawab dulu dong mbah..." desakku.
Si mbah ngasih sebuah link: http://openlibrary.org/books/OL2172829M/Laporan_penelitian_pendidikan_daerah_terpencil_yang_penduduknya_hidup_berpindah-pindah
Aku coba buka link itu. Nggak nyampe semenit, aku manyun. "Yah si mbah. Gak bisa dibaca ini, cuma resensi buku..."
"Ups, maaf," jawab Mbah Google.
Gak lama waktu berselang, si mbah ngasih link lain. http://pendidikanlayanankhusus.wordpress.com/2008/10/04/sekolah-anak-anak-bukit-di-meratus/ . Tanpa buang waktu lagi, aku langsung baca. Hmm, ternyata pendidikan di wilayah terpencil itu susah ya. Harus naik mobil kira-kira satu jam di jalanan yang becek dan terjal. Kalo aku jadi guru di situ sih, pasti gak kuat deh. Sehari ngajar lalu minggat.
Aku ngelanjutin bacaanku. Weh, rupanya ada yang umur 29 tahun masih sekolah. Terharu juga, rupanya semangat untuk mendapatkan pendidikan di wilayah terpencil tinggi juga. Mau tak mau aku jadi agak malu, mengingat aku sendiri malas sekolah dan malas ngerjain pe-er.
Hmm.... jadi di sana kadang-kadang juga gak ada buku tulis. Sedihnya... apalagi kadang-kadang orang tua malah mengajak ke kebun, bukannya mengantar anaknya sekolah....
Eh, tiba-tiba aku malah inget sama puisi made in Bontang yang pernah kubaca. Judulnya "Si Mbok", buatan Pak Y. B. Parjoto. Eits, jangan ketawa dulu membaca judulnya! Baca dulu isinya!
***
Si Mbok
Mbok, tatkala malam merapat
dan sepi menyuguhkan kesunyian
pada teras batin rumahku
sekilas bayang Mbok tegar
melintas dalam lamunan
"Aku tak tahan dengan kemiskinan ini--
"wala ngger orang hidup itu cuma impian kok"
sembari angkat kaki tinggalkan rumah
menyusuri jalan setapak
sambil menjajakan kue
tak peduli bara panas musim paceklik
dingin dan basah tipis baju, musim penghujan
Mbokku, mencoba bertahan hidup
menopang hayat kami
aku terpuruk, tergilas keperkasaannya
sehabis lulus sekolah
dua tahun belum juga pekerjaan digenggam
tiap memasuki gerbang kantor
hanya ada suara tanpa nurani
"tidak ada lowongan"
"dicari yang sudah pengalaman"
"susah Mas tanpa koneksi"
"wah, ya terlambat"
sementara adik-adik masih bocah
merengek minta dibelikan mainan
dan berserakan rasa atas pelataran sia-sia
dan semakin terpuruk aku tergilas keperkasaannya
Mbok sebagai laki-laki
aku ditantang seribu matahari
kutetapkan hati
bungkus segala kenangan gelapku
"Aku tak tahan dengan kemiskinan ini"
"Mau ke mana, Ngger?" tanya Mbokku
"Ada sesuatu yang belum pernah kutemukan"
"Maksudmu?"
"Kekayaan" kasar suaraku tanpa rasa dosa
dan ucap Mbok yang tampar hatiku yang paling dalam
"Dan setelah kau temukan, kau menghilang
tanpa berita seperti bapakmu!"
"Tidak, aku adalah aku, aku bukanlah bapakku!"
din... din klakson bus kerja tiba, menjemputku
memporak-porandakan sebagian kilas balik
kubawa lari ke dalam bus
sepuluh tahun musim sislih berganti
tak secuil berita pun beri kabar Mbokku
"Aku berdosa!" teriakku
sementara yang lain tak menghiraukan
tenggelam dalam kegembiraan
***
Itu puisinya. Kenapa aku tiba-tiba ingat puisi ini? Karena dalam pendapatku, bisa saja orang tua itu tidak mengijinkan anaknya sekolah karena takut hal seperti puisi di atas menjadi kenyataan.
Bukan tentang teriakannya. Tapi tentang mencari kekayaan, lalu tidak kembali lagi.
Ah, tidak terlalu penting. Yang penting, sekarang ada pertanyaan baru buat Mbah Google....
"Mbah, Mbah Marijan beneran mati pas Merapi meletus ya?"
GUBRAK!!
Eh, maaf, terjadi kesalahan teknis. Pertanyaannya dah selesai koq.
Setelah idle mengetik 2 jam, aku cuma bisa nulis dikit gara-gara diskusi sama para blogger lainnya tentang memperkeren layout, so, sekian dulu!
1 komentar:
kopi paste
Posting Komentar