Well.... ini Bella. Dan judul di atas adalah sebuah sarkasme. Saya serius.
Hanya dalam hitungan menit blog ini lahir, muncul seorang junker yang mengepost komen tak mutu "Hi Guys" di posting pertama.Dan kami para "Admin" dengan tenang menghapusnya, karena memang tidak akan menimbulkan kontroversi.
Hitungan hari pertama, muncul 2 post "pujian" (sarkasme lagi). Yang satu berbunyi: "kopi paste" dan yang satunya lagi berbunyi : "kopi paste,,,selalu google..mlanggar haki,,BISA DI TUNTUT,,, " (yang ini bener kopi paste karena saking alay tuh tulisan, saya nggak bisa niruin). Saya dan Rifqi yang waktu itu jaga (kontak lewat yahoo! messenger) langsung naik darah ngebacanya. Fatun yang online FB juga naik darah dan ngebales, tapi Rifqi menghapus isinya dan saya menghapus permanen dengan alasan "nggak etis dibaca orang Tun, cuek aja. Cuma orang sirik aja loh."
Dan jam 9: 41 pagi tadi (31 Oktober), masuk sebuah post yang membuat saya BENAR-BENAR MENYESAL memasukkan chatbox di sini.
":
"kopi paste,,,selalu google..mlanggar haki,,BISA DI TUNTUT,,, ", ada satu pertanyaan yang menghantui saya. APA ITU HAKI?? Hak? Yah, paling nggak, jika anda ingin "memuji" sebuah blog, tolong pastikan komen anda BEBAS TYPO sehingga akan mengurangi persentase rasa malu anda.
Jujur saja, saya sangat kecewa. Kami 5 orang admin yang (dengan tidak malu mengaku) gaptek, berusaha mati-matian membuat blog dalam waktu 1 hari sampai begadang dan nekad "mengusir" guru. DAN BLOG KAMI DIPERLAKUKAN KAYAK SAMPAH. Blog ini tempat kami mengekspresikan diri, tempat menunjukkan "ini kami!". Blog ini kami buat dengan susah payah, dan penuh kesabaran. Artikel sebisa mungkin kami ketik sendiri, dan blog ini BUKAN TEMPAT SAMPAH!! Jika anda mau NGE-JUNK, TOLONG BUAT BLOG ANDA SENDIRI DAN NGE-JUNK DI SANA SAMPAI PUAS!!
Sekian postingan ini. Maaf jika capslocknya menyakitkan mata dan bahasanya kurang sopan.
Oh iya. Bagi chatter yang bilang BLOG INI SOTAK, anda masih berhutang pada saya untuk menunjukkan BLOG YANG TIDAK SOTAK ITU SEPERTI APA. Terima kasih.
Kami dari kelas XI IPA3 SMAN1 Bontang tahun ajaran 2010/2011. Kami terdiri dari 8 orang siswa dan 21 orang siswi, jadi jumlahnya ada 29 murid. Motto kami "Kami Bisa Karena Usaha":)) TRY TO BE THE BEST !!! CHaYyoo IPA3...
Minggu, 31 Oktober 2010
Entri Narsis - Ternyata Blog ini punya Fans! (Awas Capslock Berlebih)
Jumat, 29 Oktober 2010
Fasilitas Sekolahku
Hai haai! Bella di sini (gak ada yang kangen juga)! Setelah melakukan riset kecil-kecilan (kapan ya?) saya berhasil menyimpulkan (secara ngaco) bahwa salah satu faktor penunjang dalam pendidikan adalah FASILITAS. Tanpa adanya fasilitas yang memadai, proses belajar mengajar tidak bisa berjalan dengan lancar. Sering pula disebut-sebut dalam berita bahwa sekolah tertentu fasilitasnya kurang memadai karena dana yang kurang, dan sebagainya. Dari riset yang saking-kecilnya-sampai-tidak-terlihat itu, saya kembali menekankan bahwa fasilitas adalah faktor penunjang yang penting dalam kegiatan belajar mengajar.
Menurut riset saya tadi (kapan sih saya bikin riset?), mayoritas sekolah-sekolah di kota terpencil memiliki fasilitas yang tidak lengkap dan kurang memadai. Nah, Kota Bontang kan termasuk terpencil nih (karena susah dapet bahan2 kue, hehehe :D). Apakah fasilitas di sekolah-sekolah Bontang ini tidak lengkap dan kurang memadai?
Saya mulai melakukan riset (kapan sih?) di Smansa Bontang, sekolah tercinta :D dan menemukan dari http://www.sman1-btg.sch.id/ bahwa Smansa punya banyak fasilitas yang lengkap! Ada lab fisika, kimia, bologi, komputer, multimedia, bahasa, TRRC, ruang-ruang kelas, hotspot area, Masjid, UKS, kantin, BK, sarana olahraga, greenhouse, dan auditorium. Lengkap juga ya!
Hasil riset (riset macam apa ini??) menunjukkan: Bontang termasuk kota terpencil yang maju. Fasilitas sekolahnya lengkap dan berfungsi dengan baik. So, kata siapa sekolah di kota terpencil fasilitasnya SELALU kurang lengkap dan kurang memadai? (not me, saya bilang mayoritas, bukan semua :D)
Menurut riset saya tadi (kapan sih saya bikin riset?), mayoritas sekolah-sekolah di kota terpencil memiliki fasilitas yang tidak lengkap dan kurang memadai. Nah, Kota Bontang kan termasuk terpencil nih (karena susah dapet bahan2 kue, hehehe :D). Apakah fasilitas di sekolah-sekolah Bontang ini tidak lengkap dan kurang memadai?
Saya mulai melakukan riset (kapan sih?) di Smansa Bontang, sekolah tercinta :D dan menemukan dari http://www.sman1-btg.sch.id/ bahwa Smansa punya banyak fasilitas yang lengkap! Ada lab fisika, kimia, bologi, komputer, multimedia, bahasa, TRRC, ruang-ruang kelas, hotspot area, Masjid, UKS, kantin, BK, sarana olahraga, greenhouse, dan auditorium. Lengkap juga ya!
Hasil riset (riset macam apa ini??) menunjukkan: Bontang termasuk kota terpencil yang maju. Fasilitas sekolahnya lengkap dan berfungsi dengan baik. So, kata siapa sekolah di kota terpencil fasilitasnya SELALU kurang lengkap dan kurang memadai? (not me, saya bilang mayoritas, bukan semua :D)
Postingan Subuh - Apa Sih Fungsi Kurikulum?
Bella lagi di sini... sekedar postingan subuh kecil-kecilan--deg-degan nih rasanya ngebayangin blog ini mau dinilai. Untuk postingan ini masih terkait tentang pendidikan.
Kita sering denger kata "KURIKULUM". Tapi mungkin pernah bertanya-tanya, "Kurikulum itu apa sih?" "Kenapa sih harus pakai kurikulum segala?" "Kurikulum itu keripik jenis apa?" (ehm, yang terakhir kayaknya nggak deh.)
Jadi saya kembali ngebawa sesajen ke Mbah Google kita tercinta, lalu bertanya, "Mbah, fungsinya kurikulum itu apaan sih?"
Tanpa banyak berkata-kata, si mbah langsung memberikan sebuah link: http://teoripembelajaran.blogspot.com/2009/01/fungsi-kurikulum.html
Oh, rupanya fungsi dari kurikulum itu untuk jadi pedoman pembelajaran, sebagai batasan program kegiatan biar nggak melenceng, dan sebagai pedoman guru. Tiga fungsi yang ternyata sederhana saja.
Tapi definisi kurikulum sendiri apa ya?
Setelah berkonsultasi dengan si mbah, saya kembali mendapat sebuah link: http://www.scribd.com/doc/22453020/Pengertian-Dan-Definisi-Kurikulum
Rupanya pandangan mengenai kurikulum banyak juga ya. Ada yang bilang kurikulum itu lebih ke arah rencana untuk pembelajaran siswa, ada yang bilang kurikulum cenderung ke arah pengalaman nyata dalam proses pendidikan, dan ada juga yang melihat pendidikan lewat 4 dimensi. Ckckck... kayaknya ribet ya?
Ah, sudahlah. Sudah jam segini, mata sudah hampir nggak kuat diajak kompromi, dan Mbah Googlenya sendiri malah udah tertidur sementara saya baca webnya.
Oh iya, mumpung inget. Saya mau berterima kasih nih buat seorang pembaca setia blog ini yang sudah mengingatkan kami bahwa copyright yang kami berikan terlalu tersamar dan nggak terbaca. Dengan ini segenap staff XI IPA 3 Smansa Bontang Blog Maker menyatakan: Artikel-artikel yang kami sadur telah kami lengkapi dengan link asalnya, dan kami tidak mengklaim artikel-artikel tersebut sebagai milik kami. Artikel-artikel yang kami sadur adalah milik pembuatnya yang berbaik hati berbagi pengetahuan di internet. Kesimpulannya: Artikel-artikel yang kami sadur (c) pembuatnya / pemilik link asalnya. Kami tidak mengklaim apapun. Sekian dan terima kasih... ^_^
Kita sering denger kata "KURIKULUM". Tapi mungkin pernah bertanya-tanya, "Kurikulum itu apa sih?" "Kenapa sih harus pakai kurikulum segala?" "Kurikulum itu keripik jenis apa?" (ehm, yang terakhir kayaknya nggak deh.)
Jadi saya kembali ngebawa sesajen ke Mbah Google kita tercinta, lalu bertanya, "Mbah, fungsinya kurikulum itu apaan sih?"
Tanpa banyak berkata-kata, si mbah langsung memberikan sebuah link: http://teoripembelajaran.blogspot.com/2009/01/fungsi-kurikulum.html
Oh, rupanya fungsi dari kurikulum itu untuk jadi pedoman pembelajaran, sebagai batasan program kegiatan biar nggak melenceng, dan sebagai pedoman guru. Tiga fungsi yang ternyata sederhana saja.
Tapi definisi kurikulum sendiri apa ya?
Setelah berkonsultasi dengan si mbah, saya kembali mendapat sebuah link: http://www.scribd.com/doc/22453020/Pengertian-Dan-Definisi-Kurikulum
Rupanya pandangan mengenai kurikulum banyak juga ya. Ada yang bilang kurikulum itu lebih ke arah rencana untuk pembelajaran siswa, ada yang bilang kurikulum cenderung ke arah pengalaman nyata dalam proses pendidikan, dan ada juga yang melihat pendidikan lewat 4 dimensi. Ckckck... kayaknya ribet ya?
Ah, sudahlah. Sudah jam segini, mata sudah hampir nggak kuat diajak kompromi, dan Mbah Googlenya sendiri malah udah tertidur sementara saya baca webnya.
Oh iya, mumpung inget. Saya mau berterima kasih nih buat seorang pembaca setia blog ini yang sudah mengingatkan kami bahwa copyright yang kami berikan terlalu tersamar dan nggak terbaca. Dengan ini segenap staff XI IPA 3 Smansa Bontang Blog Maker menyatakan: Artikel-artikel yang kami sadur telah kami lengkapi dengan link asalnya, dan kami tidak mengklaim artikel-artikel tersebut sebagai milik kami. Artikel-artikel yang kami sadur adalah milik pembuatnya yang berbaik hati berbagi pengetahuan di internet. Kesimpulannya: Artikel-artikel yang kami sadur (c) pembuatnya / pemilik link asalnya. Kami tidak mengklaim apapun. Sekian dan terima kasih... ^_^
Pendidikan bagiku?
Heloo.. fatund kembali lagi di sini..
Sempat terpikir nggak sih temen-teman, untuk apa sih kita belajar?
Untuk apa sih kita menghabiskan waktu di sekolah untuk mendengarkan ocehan guru-guru?
Hmmm tralala trilili, pasti pertanyaan ittu sempat atau pernah terlintas sesekali d benak kita, bener nggak?
Okeh dulu kita boleh berpikir seperti itu, tapi tidak dengan saat ini.
Jika sampai saat ini kita masih berpikir seperti ittu ya pasti daah kita bakal jadi manusai yang sangat-sangat merugii.. Oww oww, Ogaah gitu jadi orang yang merugi, secara gitu kita harus bisa jadi orang yang lebih baik dari hari kemarin, mengerti kan??
lalu jika tanpa ilmu, bagaimana kita bisa melakukan sesuatu yang lebih baik?? (berpikir sejenak???)
Bim salabim jadi apa plek plek plek..
Trereengg... jawabannya "Impossible"
Sempat terpikir nggak sih temen-teman, untuk apa sih kita belajar?
Untuk apa sih kita menghabiskan waktu di sekolah untuk mendengarkan ocehan guru-guru?
Hmmm tralala trilili, pasti pertanyaan ittu sempat atau pernah terlintas sesekali d benak kita, bener nggak?
Okeh dulu kita boleh berpikir seperti itu, tapi tidak dengan saat ini.
Jika sampai saat ini kita masih berpikir seperti ittu ya pasti daah kita bakal jadi manusai yang sangat-sangat merugii.. Oww oww, Ogaah gitu jadi orang yang merugi, secara gitu kita harus bisa jadi orang yang lebih baik dari hari kemarin, mengerti kan??
lalu jika tanpa ilmu, bagaimana kita bisa melakukan sesuatu yang lebih baik?? (berpikir sejenak???)
Bim salabim jadi apa plek plek plek..
Trereengg... jawabannya "Impossible"
Entri Pendidikan - Me and Gramps Google
Bella di sini. Karena tema blog ini adalah Pendidikan dan Sumpah Pemuda, maka aku mulai nyari artikel tentang Pendidikan di daerah terpencil sambil garuk-garuk. Kenapa garuk-garuk? Karena aku baru jadi korban gigitan nyamuk di rumah Rifqi. Sumpah, nyamuk di sana ganas-ganas.
Sambil nunggu queue time di hotfile.com (pelit amat sih, cuma boleh donlot 1 tiap setengah jam), aku mengunjungi Mbah Google dan mulai bertanya.
"Mbah, pendidikan di wilayah terpencil tuh gimana sih Mbah? Kayak di Bontang sini? Atau gimana?"
Si mbah ketawa. Aku merasa dikerengin. "Yah, si mbah malah ketawa. Jawab dulu dong mbah..." desakku.
Si mbah ngasih sebuah link: http://openlibrary.org/books/OL2172829M/Laporan_penelitian_pendidikan_daerah_terpencil_yang_penduduknya_hidup_berpindah-pindah
Aku coba buka link itu. Nggak nyampe semenit, aku manyun. "Yah si mbah. Gak bisa dibaca ini, cuma resensi buku..."
"Ups, maaf," jawab Mbah Google.
Gak lama waktu berselang, si mbah ngasih link lain. http://pendidikanlayanankhusus.wordpress.com/2008/10/04/sekolah-anak-anak-bukit-di-meratus/ . Tanpa buang waktu lagi, aku langsung baca. Hmm, ternyata pendidikan di wilayah terpencil itu susah ya. Harus naik mobil kira-kira satu jam di jalanan yang becek dan terjal. Kalo aku jadi guru di situ sih, pasti gak kuat deh. Sehari ngajar lalu minggat.
Aku ngelanjutin bacaanku. Weh, rupanya ada yang umur 29 tahun masih sekolah. Terharu juga, rupanya semangat untuk mendapatkan pendidikan di wilayah terpencil tinggi juga. Mau tak mau aku jadi agak malu, mengingat aku sendiri malas sekolah dan malas ngerjain pe-er.
Hmm.... jadi di sana kadang-kadang juga gak ada buku tulis. Sedihnya... apalagi kadang-kadang orang tua malah mengajak ke kebun, bukannya mengantar anaknya sekolah....
Eh, tiba-tiba aku malah inget sama puisi made in Bontang yang pernah kubaca. Judulnya "Si Mbok", buatan Pak Y. B. Parjoto. Eits, jangan ketawa dulu membaca judulnya! Baca dulu isinya!
***
Si Mbok
Mbok, tatkala malam merapat
dan sepi menyuguhkan kesunyian
pada teras batin rumahku
sekilas bayang Mbok tegar
melintas dalam lamunan
Sambil nunggu queue time di hotfile.com (pelit amat sih, cuma boleh donlot 1 tiap setengah jam), aku mengunjungi Mbah Google dan mulai bertanya.
"Mbah, pendidikan di wilayah terpencil tuh gimana sih Mbah? Kayak di Bontang sini? Atau gimana?"
Si mbah ketawa. Aku merasa dikerengin. "Yah, si mbah malah ketawa. Jawab dulu dong mbah..." desakku.
Si mbah ngasih sebuah link: http://openlibrary.org/books/OL2172829M/Laporan_penelitian_pendidikan_daerah_terpencil_yang_penduduknya_hidup_berpindah-pindah
Aku coba buka link itu. Nggak nyampe semenit, aku manyun. "Yah si mbah. Gak bisa dibaca ini, cuma resensi buku..."
"Ups, maaf," jawab Mbah Google.
Gak lama waktu berselang, si mbah ngasih link lain. http://pendidikanlayanankhusus.wordpress.com/2008/10/04/sekolah-anak-anak-bukit-di-meratus/ . Tanpa buang waktu lagi, aku langsung baca. Hmm, ternyata pendidikan di wilayah terpencil itu susah ya. Harus naik mobil kira-kira satu jam di jalanan yang becek dan terjal. Kalo aku jadi guru di situ sih, pasti gak kuat deh. Sehari ngajar lalu minggat.
Aku ngelanjutin bacaanku. Weh, rupanya ada yang umur 29 tahun masih sekolah. Terharu juga, rupanya semangat untuk mendapatkan pendidikan di wilayah terpencil tinggi juga. Mau tak mau aku jadi agak malu, mengingat aku sendiri malas sekolah dan malas ngerjain pe-er.
Hmm.... jadi di sana kadang-kadang juga gak ada buku tulis. Sedihnya... apalagi kadang-kadang orang tua malah mengajak ke kebun, bukannya mengantar anaknya sekolah....
Eh, tiba-tiba aku malah inget sama puisi made in Bontang yang pernah kubaca. Judulnya "Si Mbok", buatan Pak Y. B. Parjoto. Eits, jangan ketawa dulu membaca judulnya! Baca dulu isinya!
***
Si Mbok
Mbok, tatkala malam merapat
dan sepi menyuguhkan kesunyian
pada teras batin rumahku
sekilas bayang Mbok tegar
melintas dalam lamunan
Bagaimana pendapat mereka tentang peningkatan mutu pendiidkan?
Setelah melakukan survei tentang makna sumpah pemuda, jadi terlintas ide untuk menanyakan pendapat mereka tentang "Bagaimana upaya yang harus dilakukan agar mutu pendidikan di Indonesia meningkat?"
Hmm sama seperti survei sebelumnya, mereka mengungkapkan pendapat yang berbeda-beda, berikut jawaban hasil survei saya ::
M. Lukman
>> Em, klo mnurutku sih kita hrus mningkatkan standar pendidikan di ind...onesia. Misalx standar nilaix hrus di naikkan lgi, msak uan cm 4,5.
trus hrus mnanamkan kpd anak" mlai dri kcil utk blajar dan mandiri...
ckckckc, klo mnurutku sii ituu,hahaha
trus hrus mnanamkan kpd anak" mlai dri kcil utk blajar dan mandiri...
ckckckc, klo mnurutku sii ituu,hahaha
M. Zulfikar Akbar
Bagaimana pendapat mereka tentang sumpah pemuda?
Mendadak muncul ide untuk mengadakan survei kepada teman-teman di SMAN 1 Bontang, tema nya sekitar sumpah pemuda dan pendidikan....
Hmm terlontar pertanyaan "Apa makna seumpah pemuda bagi Anda?"
Berikut jawaban atas hasil survei yang saya lakukan ::
Deah Fuji Asmawati
>> Berisi ikrar bersatunya dan disatukannya tunas-tunas bangsa oleh kesamaan tanah air, bangsa dan bahasa. Ini mengingatkan kembali jati diri kita sebagai bagian dari NKRI yang harus senantiasa menjaga dan mempertahankan NKRI dari segala macam tantangan, ancaman maupun krisis.
Hmm terlontar pertanyaan "Apa makna seumpah pemuda bagi Anda?"
Berikut jawaban atas hasil survei yang saya lakukan ::
Ahmad Jaelani
>> Sumpah pemuda mengingatkan kembali jati diri kita sebagai bagian dari NKRI yang harus senantiasa menjaga dan mempertahankan NKRI dari segala macam tantangan, ancaman maupun krisis. =D
>> Berisi ikrar bersatunya dan disatukannya tunas-tunas bangsa oleh kesamaan tanah air, bangsa dan bahasa. Ini mengingatkan kembali jati diri kita sebagai bagian dari NKRI yang harus senantiasa
Museum Sumpah Pemuda
Seperti yang sudah kita bahas pada artikel sebelumnya, dengar-dengar sih katany kalau di Museum Sumpah Pemuda itu banyak banget koleksi-koleksi benda sejarahnya (apa aja ya??), dan akhirnya karena penasaran, mulai deh ku cari info di internet dengan mengetik keywords "Museum Sumpah Pemuda". Akhirnya ku temukan informasi dengan jelas, hehehe..
Menurut sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Sumpah_Pemuda, di Museum Sumpah Pemuda itu ada koleksi-koleksi benda sejarah sebagai berikut ::
Permulaan Menulis Artikel "Kegiatan Kami"
Tanggal 29 Oktober 2010. Di SMANSA lagi ada lomba nih :D buat ngerayain Sumpah Pemuda dan Ultah SMANSA. Barangkali juga sekalian refreshing habis mid-semester. :D
Kemaren dapet info dari Pak Syam. Isi infonya tentang lomba Desain Media. Katanya, lomba Desain Media harus pakek blog, dan temanya Pendidikan dan Sumpah Pemuda. Dan hari ini kami mulai bentuk timnya. Tim Desain Media dari XI A 3 terdiri dari 5 orang, yaitu: Afifatun Nisa, Alvin Isa Rahmawan, Primarosa Portiarabella, Rifqi Alwafi Putra Nusantara, dan Yusuf Sholahuddin Al Ayubbi Asobbari. Dan pekerjaan dimulai hari ini.
Langganan:
Komentar (Atom)
