Kamis, 11 November 2010

XI A 3 Setelah Malam Puncak

Bella di sini! sekedar ngepost buat ngidupin blog ini lagi, setelah ngeliat Rifqi nanya ke Fatun kenapa blog ini nggak terurus lagi =_=

Denger dari temen-temen para penghuni XI A 3, katanya blog ini dapet juara 2 buat desain media. Horee~ (tebar-tebar confetti) nggak sia-sia deh begadang rame-rame ngerjain ini blog...

Terus mading juga juara 1 katanya (berhubung  nggak datang ke malam puncak)... asik~ hadiahnya buat makan-makan! (lalu uang kasnya gimana, Bel?)

Hmm.... setelah malam puncak ada perkembangan apa ya di XI A 3?

Aaa.... kursi di XI A 3 sekarang keliatan kayak ruang rapat loh! kursinya disusun bentuk huruf "U" 2 lapis.... jadi keren, kalo presentasi keliatan satu kelas! Tapi ada kurangnya....

Bella: Trid, Trid, papan tulis keliatan nggak?

Astrid: Nggak.... (wajah2 hopeless)

Uti: Tulisannya sih keliatan, tapi perasaanku aja apa memang jadi goyang-goyang ya?

Bella: Aku juga keliatan, cuma mataku pedes liatnya.... apalagi kalo papan tulisnya ketutupan kepala yang di depan.... nggak kebaca =_=

Kesimpulannya: posisi duduk ini menyakitkan mata....

Hmm... perubahan lain apa ya? Anggota kelas pada tambah tua (ya iyalah Bel!)...

Oh iya... setelah malam puncak, di kelas juga muncul masalah-masalah internal. Ada yang bermasalah sama temen, sama guru.... semua akur lagi dong.... (padahal sendirinya nggak yakin bisa akur dengan masalahnya sendiri)

Perubahan buat mading dilaksanakan bulan Desember. Temanya belum kepikir nih. Ada usul? Tadinya sih aku mau pakek "X-mas Time is Here", tapi takut nyinggung yang nggak natalan... so, any idea?

Minggu, 31 Oktober 2010

Entri Narsis - Ternyata Blog ini punya Fans! (Awas Capslock Berlebih)

Well.... ini Bella. Dan judul di atas adalah sebuah sarkasme. Saya serius.

Hanya dalam hitungan menit blog ini lahir, muncul seorang junker yang mengepost komen tak mutu "Hi Guys" di posting pertama.Dan kami para "Admin" dengan tenang menghapusnya, karena memang tidak akan menimbulkan kontroversi.

Hitungan hari pertama, muncul 2 post "pujian" (sarkasme lagi). Yang satu berbunyi: "kopi paste" dan yang satunya lagi berbunyi : "kopi paste,,,selalu google..mlanggar haki,,BISA DI TUNTUT,,, " (yang ini bener kopi paste karena saking alay tuh tulisan, saya nggak bisa niruin). Saya dan Rifqi yang waktu itu jaga (kontak lewat yahoo! messenger) langsung naik darah ngebacanya. Fatun yang online FB juga naik darah dan ngebales, tapi Rifqi menghapus isinya dan saya menghapus permanen dengan alasan "nggak etis dibaca orang Tun, cuek aja. Cuma orang sirik aja loh."

Dan jam 9: 41 pagi tadi (31 Oktober), masuk sebuah post yang membuat saya BENAR-BENAR MENYESAL memasukkan chatbox di sini.

"smansa (guest): sotak sotak aja ini blog" (masih bisa anda lihat di chatbox di samping kiri layar anda)

Saya baru baca sekarang dan jujur saja, SAYA SAKIT HATI. Kalau mau ngomong kayak gitu, tolong BAWA NAMA SENDIRI. JANGAN BAWA-BAWA NAMA SMANSA!!!

Oke, blog ini sotak. Lalu apa? Coba anda tunjukkan blog anda supaya kami mengerti, BLOG YANG TIDAK SOTAK ITU SEPERTI APA. Kami baru turun di dunia blogging, jadi postingan kami seperti ini. Tapi yang perlu kami tekankan, KAMI SEBISA MUNGKIN TIDAK KOPI PASTE, KECUALI ARTIKEL TERLALU PANJANG UNTUK DIKETIK MANUAL DAN TULISAN YANG TERLALU ALAY SAMPAI TIDAK BISA DITIRU.


Lagipula untuk urusan copyright, kami tidak pernah mengaku-aku bahwa artikel yang kami tulis SELURUHNYA milik kami. Kami mengambil dari suatu sumber dan menyajikannya dengan cara kami sendiri. Kami juga menyertakan sumbernya. Kalau tidak percaya, BACA BAIK-BAIK entry-entry kami yang menyadur artikel dari internet.


Itu dengan asumsi anda punya mata untuk melihat dan otak untuk mencernanya.


Oke, sarkasme lagi, maaf. Tapi saya sudah nggak tahan dengan junker-junker itu. Saya yakin admin-admin lain setuju, tapi masih berusaha memendam dalam hati. Well, kami sudah memendam terlalu banyak.


Oh iya, mumpung ingat. Di komen "kopi paste,,,selalu google..mlanggar haki,,BISA DI TUNTUT,,, ", ada satu pertanyaan yang menghantui saya. APA ITU HAKI?? Hak? Yah, paling nggak, jika anda ingin "memuji" sebuah blog, tolong pastikan komen anda BEBAS TYPO sehingga akan mengurangi persentase rasa malu anda.

Jujur saja, saya sangat kecewa. Kami 5 orang admin yang (dengan tidak malu mengaku) gaptek, berusaha mati-matian membuat blog dalam waktu 1 hari sampai begadang dan nekad "mengusir" guru. DAN BLOG KAMI DIPERLAKUKAN KAYAK SAMPAH. Blog ini tempat kami mengekspresikan diri, tempat menunjukkan "ini kami!". Blog ini kami buat dengan susah payah, dan penuh kesabaran. Artikel sebisa mungkin kami ketik sendiri, dan blog ini BUKAN TEMPAT SAMPAH!! Jika anda mau NGE-JUNK, TOLONG BUAT BLOG ANDA SENDIRI DAN NGE-JUNK DI SANA SAMPAI PUAS!!

Sekian postingan ini. Maaf jika capslocknya menyakitkan mata dan bahasanya kurang sopan.

Oh iya. Bagi chatter yang bilang BLOG INI SOTAK, anda masih berhutang pada saya untuk menunjukkan BLOG YANG TIDAK SOTAK ITU SEPERTI APA. Terima kasih.

Jumat, 29 Oktober 2010

Fasilitas Sekolahku

Hai haai! Bella di sini (gak ada yang kangen juga)! Setelah melakukan riset kecil-kecilan (kapan ya?) saya berhasil menyimpulkan (secara ngaco) bahwa salah satu faktor penunjang dalam pendidikan adalah FASILITAS. Tanpa adanya fasilitas yang memadai, proses belajar mengajar tidak bisa berjalan dengan lancar. Sering pula disebut-sebut dalam berita bahwa sekolah tertentu fasilitasnya kurang memadai karena dana yang kurang, dan sebagainya. Dari riset yang saking-kecilnya-sampai-tidak-terlihat itu, saya kembali menekankan bahwa fasilitas adalah faktor penunjang yang penting dalam kegiatan belajar mengajar.

Menurut riset saya tadi (kapan sih saya bikin riset?), mayoritas sekolah-sekolah di kota terpencil memiliki fasilitas yang tidak lengkap dan kurang memadai. Nah, Kota Bontang kan termasuk terpencil nih (karena susah dapet bahan2 kue, hehehe :D). Apakah fasilitas di sekolah-sekolah Bontang ini tidak lengkap dan kurang memadai?

Saya mulai melakukan riset (kapan sih?) di Smansa Bontang, sekolah tercinta :D dan menemukan dari http://www.sman1-btg.sch.id/ bahwa Smansa punya banyak fasilitas yang lengkap! Ada lab fisika, kimia, bologi, komputer, multimedia, bahasa, TRRC, ruang-ruang kelas, hotspot area, Masjid, UKS, kantin, BK, sarana olahraga, greenhouse, dan auditorium. Lengkap juga ya!

Hasil riset (riset macam apa ini??) menunjukkan: Bontang termasuk kota terpencil yang maju. Fasilitas sekolahnya lengkap dan berfungsi dengan baik. So, kata siapa sekolah di kota terpencil fasilitasnya SELALU kurang lengkap dan kurang memadai? (not me, saya bilang mayoritas, bukan semua :D)

Postingan Subuh - Apa Sih Fungsi Kurikulum?

Bella lagi di sini... sekedar postingan subuh kecil-kecilan--deg-degan nih rasanya ngebayangin blog ini mau dinilai. Untuk postingan ini masih terkait tentang pendidikan.

Kita sering denger kata "KURIKULUM". Tapi mungkin pernah bertanya-tanya, "Kurikulum itu apa sih?" "Kenapa sih harus pakai kurikulum segala?" "Kurikulum itu keripik jenis apa?" (ehm, yang terakhir kayaknya nggak deh.)

Jadi saya kembali ngebawa sesajen ke Mbah Google kita tercinta, lalu bertanya, "Mbah, fungsinya kurikulum itu apaan sih?"

Tanpa banyak berkata-kata, si mbah langsung memberikan sebuah link: http://teoripembelajaran.blogspot.com/2009/01/fungsi-kurikulum.html

Oh, rupanya fungsi dari kurikulum itu untuk jadi pedoman pembelajaran, sebagai batasan program kegiatan biar nggak melenceng, dan sebagai pedoman guru. Tiga fungsi yang ternyata sederhana saja.

Tapi definisi kurikulum sendiri apa ya?

Setelah berkonsultasi dengan si mbah, saya kembali mendapat sebuah link: http://www.scribd.com/doc/22453020/Pengertian-Dan-Definisi-Kurikulum

Rupanya pandangan mengenai kurikulum banyak juga ya. Ada yang bilang kurikulum itu lebih ke arah rencana untuk pembelajaran siswa, ada yang bilang kurikulum cenderung ke arah pengalaman nyata dalam proses pendidikan, dan ada juga yang melihat pendidikan lewat 4 dimensi. Ckckck... kayaknya ribet ya?

Ah, sudahlah. Sudah jam segini, mata sudah hampir nggak kuat diajak kompromi, dan Mbah Googlenya sendiri malah udah tertidur sementara saya baca webnya.

Oh iya, mumpung inget. Saya mau berterima kasih nih buat seorang pembaca setia blog ini yang sudah mengingatkan kami bahwa copyright yang kami berikan terlalu tersamar dan nggak terbaca. Dengan ini segenap staff XI IPA 3 Smansa Bontang Blog Maker menyatakan: Artikel-artikel yang kami sadur telah kami lengkapi dengan link asalnya, dan kami tidak mengklaim artikel-artikel tersebut sebagai milik kami. Artikel-artikel yang kami sadur adalah milik pembuatnya yang berbaik hati berbagi pengetahuan di internet. Kesimpulannya: Artikel-artikel yang kami sadur (c) pembuatnya / pemilik link asalnya. Kami tidak mengklaim apapun. Sekian dan terima kasih... ^_^

Pendidikan bagiku?

Heloo.. fatund kembali lagi di sini..
Sempat terpikir nggak sih temen-teman, untuk apa sih kita belajar?
Untuk apa sih kita menghabiskan waktu di sekolah untuk mendengarkan ocehan guru-guru?

Hmmm tralala trilili, pasti pertanyaan ittu sempat atau pernah terlintas sesekali d benak kita, bener nggak?
Okeh dulu kita boleh berpikir seperti itu, tapi tidak dengan saat ini.
Jika sampai saat ini kita masih berpikir seperti ittu ya pasti daah kita bakal jadi manusai yang sangat-sangat merugii.. Oww oww, Ogaah gitu jadi orang yang merugi, secara gitu kita harus bisa jadi orang yang lebih baik dari hari kemarin, mengerti kan??
lalu jika tanpa ilmu, bagaimana kita bisa melakukan sesuatu yang lebih baik?? (berpikir sejenak???)

Bim salabim jadi apa plek plek plek..
Trereengg... jawabannya "Impossible"

Entri Pendidikan - Me and Gramps Google

          Bella di sini. Karena tema blog ini adalah Pendidikan dan Sumpah Pemuda, maka aku mulai nyari artikel tentang Pendidikan di daerah terpencil sambil garuk-garuk. Kenapa garuk-garuk? Karena aku baru jadi korban gigitan nyamuk di rumah Rifqi. Sumpah, nyamuk di sana ganas-ganas.

Sambil nunggu queue time di hotfile.com (pelit amat sih, cuma boleh donlot 1 tiap setengah jam), aku mengunjungi Mbah Google dan mulai bertanya.

"Mbah, pendidikan di wilayah terpencil tuh gimana sih Mbah? Kayak di Bontang sini? Atau gimana?"

Si mbah ketawa. Aku merasa dikerengin. "Yah, si mbah malah ketawa. Jawab dulu dong mbah..." desakku.

Si mbah ngasih sebuah link: http://openlibrary.org/books/OL2172829M/Laporan_penelitian_pendidikan_daerah_terpencil_yang_penduduknya_hidup_berpindah-pindah

Aku coba buka link itu. Nggak nyampe semenit, aku manyun. "Yah si mbah. Gak bisa dibaca ini, cuma resensi buku..."

"Ups, maaf," jawab Mbah Google.

Gak lama waktu berselang, si mbah ngasih link lain. http://pendidikanlayanankhusus.wordpress.com/2008/10/04/sekolah-anak-anak-bukit-di-meratus/ . Tanpa buang waktu lagi, aku langsung baca. Hmm, ternyata pendidikan di wilayah terpencil itu susah ya. Harus naik mobil kira-kira satu jam di jalanan yang becek dan terjal. Kalo aku jadi guru di situ sih, pasti gak kuat deh. Sehari ngajar lalu minggat.

Aku ngelanjutin bacaanku. Weh, rupanya ada yang umur 29 tahun masih sekolah. Terharu juga, rupanya semangat untuk mendapatkan pendidikan di wilayah terpencil tinggi juga. Mau tak mau aku jadi agak malu, mengingat aku sendiri malas sekolah dan malas ngerjain pe-er.

Hmm.... jadi di sana kadang-kadang juga gak ada buku tulis. Sedihnya... apalagi kadang-kadang orang tua malah mengajak ke kebun, bukannya mengantar anaknya sekolah....

Eh, tiba-tiba aku malah inget sama puisi made in Bontang yang pernah kubaca. Judulnya "Si Mbok", buatan Pak Y. B. Parjoto. Eits, jangan ketawa dulu membaca judulnya! Baca dulu isinya!

***

Si Mbok

Mbok, tatkala malam merapat
dan sepi menyuguhkan kesunyian
pada teras batin rumahku
sekilas bayang Mbok tegar
melintas dalam lamunan

Bagaimana pendapat mereka tentang peningkatan mutu pendiidkan?

      Setelah melakukan survei tentang makna sumpah pemuda, jadi terlintas ide untuk menanyakan pendapat mereka tentang "Bagaimana upaya yang harus dilakukan agar mutu pendidikan di Indonesia meningkat?"
Hmm sama seperti survei sebelumnya, mereka mengungkapkan pendapat yang berbeda-beda, berikut jawaban hasil survei saya ::

M. Lukman
>> Em, klo mnurutku sih kita hrus mningkatkan standar pendidikan di ind...onesia. Misalx standar nilaix hrus di naikkan lgi, msak uan cm 4,5.
trus hrus mnanamkan kpd anak" mlai dri kcil utk blajar dan mandiri...
ckckckc, klo mnurutku sii ituu,hahaha
M. Zulfikar Akbar
>> Basmi koruptor..!! koruptor makan uang rakyat yg harusx digunakan untuk pendidikan indonesia, tp buat dirinya sendiri,,!!